(Blangkejeren,   Juni 2022) Seksi Pengelolaan Taman Nasional Wilayah III Blangkejeren mengadakan Pelatihan Peningkatan Keterampilan Usaha Jasa Wisata Alam.  Kegiatan berlangsung selama 3 hari (13-15 Juni 2022) bertempat di The Legen Hotel Blangkejeren.

Agenda ini menghadirkan narasumber dari DPD Himpunan Pramuwisata Indonesia Prov. Aceh  (Anshari, SE dan Muhajir. SE., M.Bus), akademisi PSDKU Unsyiah Blang Nangka (Misdi, S.Hut., M.Si,);  Pengelola Jasa Usaha Wisata Alam Pendakian (Mr. Jali), Penggiat Flying Fox Blangkejeren (Sudargo), penggiat lingkungan dan Budaya Gayo (Saparudin) serta Pelaku UMKM  Gayo Lues (Azhari Lubis). Sebagai fasilitator, diundang Ketua pendiri Blower Coffe House.

Peserta pelatihan sebanyak 30 orang berasal dari 4 desa di kecamatan Putri Betung yaitu Desa Uning Pune, Desa Gumpang Lempuh, Desa Gumpang Pekan dan Desa Putri Betung.

Pelatihan digelar untuk menggali potensi-potensi usaha jasa wisata alam di sekitar Taman Nasional Gunung Leuser serta meningkatkan kualitas dan kapasitas sumber daya pemandu wisata yang berasal dari masyarakat sekitar kawasan.

“Harapannya pemandu wisata lokal yang ikut pelatihan ini dapat menjadi leader dalam berbagai kegiatan pengembangan wisata alam serta ikut menciptakan pemahaman bersama tentang ekowisata, khususnya mengenai dasar-dasar pelayanan dalam pengelolaan jasa wisata melalui prinsip konservasi”. jelas Ali Sadikin, Plt.Kepala SPTN III Blangkejeren.

Acara dibuka langsung oleh Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Gayo Lues.  Selanjutnya DPD HPI Aceh memberikan materi mengenai metode penyusunan paket wisata serta teknik pemasarannya yang berbasis masyarakat dengan platform digital. Peserta pelatihan diajak praktik langsung untuk membuat konsep pemasaran wisata alam berbasis video singkat yang dipasarkan langsung melalui akun media sosial masing-masing peserta seperti Instagram, Facebook dan Youtube. Para peserta bersemangat dan antusias dalam melaksanakan praktik tersebut dilihat dari ide-ide menarik yang disuguhkan peserta dalam bentuk video untuk memperkenalkan jenis wisata sekitar kawasan TNGL.

Para peserta juga mendapatkan materi dan ilmu tentang konsep pengembangan wisata berbasis masyarakat, praktek mendesain paket wisata secara langsung serta penggalian potensi dan informasi jasa wisata alam yang ada di sekitar kawasan TNGL khususnya wilayah Gayo Lues. 

Sepanjang acara, peserta terlihat aktif dalam berdiskusi, memberikan pertanyaan dan tanggapan. Di penghujung acara, Ali Sadikin menyampaikan closing statement untuk semua pihak agar mentaati peraturan serta menindaklanjuti kesepakatan dengan mempromosikan usaha jasa wisata alam di dalam kawasan TNGL dengan wajib mengikuti mekanisme perlindungan kawasan sesuai dengan kearifan lokal.

[teks&foto©bbtngl, junita wahyudi|16062022]

Category
Tags

Comments are closed

Masukkan alamat email:



Artikel Terkini

Berita Terkini

Locations of Site Visitors
Archives
Categories