(Medan, April 2021) Balai Besar TN Gunung Leuser bersama dua Kelompok Tani Hutan Konservasi (KTHK)  menandatangani perjanjian kerjasama (PKS) penguatan fungsi kemitraan konservasi dalam rangka pemulihan ekosistem di Resor Lawe Gurah, SPTN Wilayah IV Badar, BPTN Wilayah II Kutacane, Taman Nasional Gunung Leuser. Kegiatan penandatanganan berlangsung di ruang rapat Kantor Balai Besar TNGL, Jalan Selamat No 137, Kel. Sitirejo III Kec. Medan Amplas, Kota Medan pada Sabtu (24/04).

Penandatanganan PKS ini dilakukan antara Balai Besar TN Gunung Leuser dengan 2 KTHK dari Desa Aunan Sepakat Kec. Ketambe Kab. Aceh Tenggara, Prov Aceh. yaitu KTHK AIH TERJUN dan KTHK GUNUNG SETAN. 

Penandatanganan ini merupakan tindak lanjut dari surat arahan dan persetujuan Dirjen KSDAE Nomor S.334/KSDAE/KK/KSA.1/4/2021 tanggal 20 April 2021 perihal Arahan dan Persetujuan Kerja Sama Kemitraan Konservasi antara Balai Besar TN Gunung Leuser dengan 2 (dua) Kelompok Tani Hutan Konservasi (KTHK) di Desa Aunan Sepakat Kec. Ketambe Kab. Aceh Tenggara, Provinsi Aceh;

Sebelumnya, KTHK di Kab. Aceh Tenggara yang telah menjalin kerjasama penguatan fungsi kemitraan konservasi dengan Balai Besar TN Gunung Leuser dalam rangka pemulihan ekosistem berjumlah 21 kelompok. Dengan bertambahnya 2 KTHK di Desa Aunan Sepakat ini, jumlah kelompok tersebut bertambah menjadi 23 KTHK.

Dengan demikian jumlah keseluruhan lingkup Balai Besar TN Gunung Leuser baik di Provinsi Aceh maupun Provinsi Sumatera Utara adalah 58 KTHK.

Agenda penandatangan dihadiri oleh Kepala BBTN Gunung Leuser, pejabat dan staf BBTN Gunung Leuser, Perwakilan Yayasan Forum Konservasi Leuser (FKL), Regional Coordinator Proyek Sumatran Tiger, perangkat Desa Aunan Sepakat, serta ketua dan pengurus 2 (dua) Kelompok Tani Hutan Konservasi (KTHK) di Desa Aunan Sepakat, Kec. Ketambe.

Dalam sambutannya, Kepala BBTN Gunung Leuser, Jefry Susyafrianto mengatakan bahwa program kemitraan konservasi ini bertujuan untuk menyelesaikan konflik tenurial kawasan hutan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat di sekitar kawasan konservasi.

Jefry berpesan, “Setelah penandatanganan kerjasama ini tidak ada lagi temuan masyarakat membakar lahan secara sengaja, baik di areal kerjasama maupun di lahan–lahan milik masyarakat lainnya walau dalam skala kecil, karena dapat menyebabkan kebakaran meluas”.

Selain penandatanganan PKS, dalam kesempatan tersebut juga turut ditandatangani Rencana Pelaksanaan Program (RPP) tahun 2021-2025 dan Rencana Kerja Tahunan (RKT) tahun 2021.

“Masih banyak PR yang harus diselesaikan oleh anggota KTHK setelah terlaksananya kerjasama ini, dimulai dari hal kecil dan sederhana seperti memastikan di aliran sungai Alas yang berdampingan dengan lahan garapan kelompok tidak ada lagi masyarakat yang meracun atau menyetrum ikan” ujar Taufik Ramadhan, yang merupakan pendamping KTHK dan salah satu anggota Yayasan FKL.

“Kepada seluruh anggota kelompok saya minta jangan dulu meminta bantuan pemerintah untuk peralatan dll, tapi buktikan dulu keseriusan dalam menjalankan program kemitraan ini dengan melakukan penanaman sesuai yang tertuang dalam rencana kerja serta wajib menjaga kelestarian kawasan TNGL” lanjutnya.

[Teks & foto ©BBTNGL, tim PKS | 24042021, iskandarrudin]

Category
Tags

Comments are closed

Selamat Datang

Masukkan alamat email:



Artikel Terkini

Berita Terkini

Locations of Site Visitors
Archives