(Blangkejeren,    Maret 2021) Pada Senin (1/3), tim gabungan Kepolisian Resor Gayo Lues dengan Seksi Pengeloaan Taman Nasional III Wilayah Blangkejeren, BBTN Gunung Leuser menangkap dua orang pelaku perburuan dan peredaran satwa liar dilindungi yang diduga berasal dari kawasan TN Gunung Leuser. Pelaku berinisial “SUA” (laki-laki, 28 tahun) dan “SUD” (laki-laki, 37 tahun) ditangkap di tempat yang berbeda, yaitu di salah satu hotel di Kampung Jawa, Kecamatan Blangkejeren serta di jalan lintas Blangkejeren-Pining.

Dari pelaku, petugas mengamankan barang bukti berupa 1 (satu) potong tanduk kijang, 4 (empat) potong tanduk kambing hutan, 78 (tujuh puluh delapan) buah kuku beruang madu, 11 (sebelas) buah gigi graham beruang madu, 24 (dua puluh empat) buah taring beruang madu, 1 (satu) buah tengkorak beruang madu, tulang belulang beruang madu, 31 (tiga puluh satu) helai bulu burung kuau raja, 1 (satu) potong kulit harimau Sumatra ukuran 5,5 cm x 3 cm, 1 (satu) bagian kotoran harimau Sumatra, 1 (satu) gulung tali jerat, 2 (dua) unit handphone dan 1 (satu) unit sepeda motor.

Penangkapan pelaku ini merupakan hasil kegiatan pengumpulan bahan dan keterangan di lapangan serta pemantauan di media online selama sebulan yang dilakukan oleh petugas Seksi Pengelolaan Taman Nasional Wilayah III Blangkejeren bersama Mitra. Pelaku beserta barang bukti diamankan di Kepolisian Resor Gayolues untuk proses penyidikan. Modus operandi yang dilakukan pelaku adalah dengan cara berburu melalui pemasangan tali jerat dalam kawasan TNGL dan sekitarnya, kemudian menjualnya di media sosial.

“Aktivitas perburuan dan perdagangan satwa liar ini sangat merugikan karena dapat menyebabkan kerusakan dan ketidakseimbangan ekosistem kawasan TN Gunung Leuser. Berkurangnya satwa mangsa akibat perburuan akan memicu terjadinya konflik antara satwa liar dengan manusia di sekitar kawasan TN Gunung Leuser”, jelas Ali Sadikin, Plt. Kepala Seksi Pengelolaan TN Wilayah III Blangkejeren. 

“Upaya-upaya yang dilakukan Balai Besar TNGL dalam penanganan aktivitas perburuan adalah patroli pengamanan dan monitoring satwa liar secara rutin, operasi jerat, pendidikan konservasi, sosialisasi peraturan serta penegakan hukum bersama pihak terkait”, lanjut Ali.

Balai Besar TN Gunung Leuser mengucapkan terima kasih kepada Kepolisian Resor Gayo Lues dan semua pihak yang telah berkontribusi dalam mengungkap jaringan pelaku perburuan dan perdagangan satwa dilindungi ini. Upaya bersama ini akan dilaksanakan secara terus menerus dalam rangka mencegah dan memberantas kejahatan tindak pidana kehutanan khususnya aktivitas perburuan dan peredaran satwa liar dilindungi.

Himbauan kepada seluruh lapisan masyarakat untuk bersama-sama menjaga kelestarian sumber daya alam dengan cara tidak merusak hutan yang merupakan habitat berbagai jenis satwa liar. Aktivitas menangkap, melukai, membunuh, menyimpan, memiliki, memelihara, mengangkut, dan memperniagakan satwa liar dilindungi dalam keadaan hidup ataupun mati merupakan pidana dan dapat dikenakan sanksi sesuai dengan peraturan perundang-undangan.

Harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrae), Beruang Madu (Helarctos malayanus), Kijang (Muntiacus muntjak) dan Kambing hutan (Capricornis sumatraensis) merupakan jenis satwa liar dilindungi di Indonesia berdasarkan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor: P.106/MENLHK/SETJEN/KUM.1/6/2018 tentang Perubahan Kedua atas Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor: P.20/MENLHK/SETJEN/KUM.1/6/2018 tentang Jenis Tumbuhan dan Satwa Liar yang Dilindungi.

[teks&foto©bbtngl, sptn III blangkejeren|03032021]

Category
Tags

Comments are closed

Selamat Datang

Masukkan alamat email:



Artikel Terkini

Berita Terkini

Locations of Site Visitors
Archives