(Juni 2021) Balai Besar Taman Nasional Gunung Leuser menandatangani kesepakatan konservasi dengan 7 (tujuh) pemerintah desa penyangga di sekitar kawasan TN Gunung Leuser. Masing-masing diwakili oleh Kepala SPTN Wilayah dan Kepala Desa yaitu :

  • Daud Syah, Kepala Desa Alue Sungai Pinang, Kecamatan Jeumpa, Kabupaten Aceh Barat Daya, Provinsi Aceh
  • Irfan Rahim, kepala Desa Bineh Krueng, Kecamatan Tangan-tangan, Kabupaten Aceh Barat Daya, Provinsi Aceh
  • Muhammad Ganti, Kepala Desa Blang Dalam, Kecamatan Babahrot, Kabupaten Aceh Barat Daya, Provinsi Aceh
  • Tetap Ukur Ginting, Kepala Desa Batu Jongjong, Kecamatan Bahorok, Kabupaten Langkat, Provinsi Sumatera Utara
  • Rasliadi, Kepala Desa Namo Sialang, Kecamatan Batang Serangan, Kabupaten Langkat, Provinsi Sumatera Utara
  • Bahagia Ginting, Kepala Desa Sampe Raya, Kecamatan Bohorok, Kabupaten Langkat, Provinsi Sumatera Utara
  • Wahid, Kepala Desa Bukit Mas, Kecamatan Besitang, Kabupaten Langkat, Provinsi Sumatera Utara

Isi Kesepakatan Konservasi adalah pengakuan dari desa terhadap keberadaan kawasan TNGL sebagai tanah negara dan bukan merupakan hak milik yang dapat diperjualbelikan, diwariskan, dipindahtangankan maupun diagunkan dan ikut serta dalam kegiatan pengelolaan kawasan TNGL dalam rangka menjaga kelestarian.

Pada kesepakatan tersebut Balai Besar TN Gunung Leuser juga berkomitmen melaksanakan kegiatan pemberdayaan masyarakat sesuai dengan ketentuan peraturan yang berlaku dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa. Kegiatan pemberdayaan masyarakat tersebut meliputi pembentukan kelompok masyarakat konservasi, pemberian bantuan ekonomi produktif, pelatihan dalam rangka pengembangan usaha ekonomi produktif serta pendampingan kelompok.

Upaya yang dilakukan oleh BBTN Gunung Leuser merupakan bentuk dukungan pemerintah_dalam hal ini Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan _untuk turut serta dalam pemulihan ekonomi nasional.

“Menumbuh kembangkan kemandirian perekonomian masyarakat melalui usaha-usaha yang digagas oleh masyarakat berdasarkan potensi dan karakteristik dari desa-desa penyangga tersebut”, jelas Kepala BBTN Gunung Leuser, Jefry Susyafrianto.

Untuk desa-desa yang selama ini memiliki ketergantungan dalam hal wisata di kawasan TNGL, diharapkan melalui bantuan ekonomi produktif ini menjadi momentum untuk mengembangkan jenis usaha alternatif di tengah pandemi covid yang masih belum berakhir. Selain itu, situasi pandemi ini juga menjadi ajang untuk membenahi standar pelayanan pengunjung sehingga bisa selaras dengan era new normal.

Membangun rasa saling percaya dalam proses kerja sama merupakan salah satu cara untuk tercapainya kesejahteraan masyarakat dan kelestarian kawasan Taman Nasional Gunung Leuser.

[teks & foto ©bbtngl, seksi p2|29062021]

Category
Tags

Comments are closed

Masukkan alamat email:



Artikel Terkini

Berita Terkini

Locations of Site Visitors
Archives
Categories