(Suka Makmur, Agustus 2022) Warga , Desa Suka Makmur Kabupaten Deli Serdang menyerahkan 3 (tiga) ekor anak macan akar. Ketiga anak macan akar (Prionailurus bengalensis sumatranus) ditemukan oleh Jhon Leo Ginting dan Hendri Surbakti di ladang mereka (23/08). Namun induk dari macan itu tidak ditemui oleh kedua warga tersebut. Mengingat satwa yang mereka temukan adalah satwa yang dilindungi dan terancam apabila dibiarkan akhirnya mereka memutuskan menghubungi staf Resor Bekancan Balai Besar Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL).

Pihak TNGL kemudian merespon cepat untuk melakukan evakuasi terhadap ketiga anak macan tersebut. Pukul 11.00 WIB (24/08) Kepala Seksi Pengelolaan Taman Nasional Wilayah V Bohorok, Palber Turnip, bersama beberapa staf tiba di dusun Tanduk Benua. Petugas kemudian menemui warga yang memberi informasi yakni Ramona Purba dan langsung menuju rumah penemu anak macan tersebut.

Kondisi ketiga anak macan akar tersebut terlihat sehat dan sangat lincah. Warga yang menemukan anak macan itu menempatkannya dalam sebuah sangkar burung. Saat petugas memeriksa kondisi fisiknya ketiga anak macan tersebut sangat garang dan mengeluarkan ekspresi marah. Warga yang menemukan anak macan akar tersebut kemudian meyerahkan ke petugas TNGL dan menandatangani berita acara penyerahan. Proses penyerahan anak macan tersebut juga disaksikan oleh beberapa warga dusun yang berada di lokasi. Ketiga anak macan tersebut kemudian dipindahkan ke kandang transportasi yang lebih besar.

Berdasarkan hasil pantauan bahwa ketiga anak macan tersebut akan dirawat untuk beberapa saat sebelum dilepasliarkan kembali. Usia anak macan tersebut diperkirakan masih sekitar 2 – 3 bulan sehingga sangat rentan jika langsung dilepasliarkan. “Kita sangat berterima kasih atas kepedulian warga Tanduk Benua dan mengapresiasi tindakan penyelamatan satwa liar yang dilindindungi” ujar Palber Turnip. Ia juga berharap agar kesadaran masyarakat semakin tumbuh dalam perlindungan hutan dan ekosistem yang ada.

Perlu diketahui bahwa macan akar adalah salah satu dari beberapa jenis macan atau kucing hutan di Indonesia. Jenis kucing hutan lainnya adalah macan dahan, kucing emas, dan kucing batu. Macan akar sendiri masih memiliki beberapa subspesies di Indonesia diantaranya Kucing Hutan Jawa (Prionailurus bengalensis javanesnis), Kucing Hutan Sumatera (Prionailurus B. sumatanus), Kucing Liar Kalimantan (Prionailurus B. borneonis) dan beberapa subspesies lainnya di Asia Selatan dan Tenggara. Di Indonesia, macan akar termasuk satwa yang dilindungi sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 07 Tahun 1999 Tentang Pengawetan Jenis Tumbuhan dan Satwa.

Tantangan terbesar dalam kelestarian Macan Akar Sumatera adalah perburuan dan berkurangnya habitat akibat peralihan fungsi hutan. Macan akar sering diburu terutama yang mendekati pemukiman warga karena dianggap hama yang sering mengganggu ternak unggas warga. Selain itu akibat pembukaan lahan dan hutan membuat habitat kucing hutan tersebut semakin terganggu sehingga sering harus mendekati areal perladangan dan pemukiman warga. Hal tersebut membuat perlunya kesadaran masyarakat yang tinggi untuk perlindungan dan kelestarian satwa liar tersebut.

Desa Suka Makmur adalah satu satunya desa di Kabupaten Deli Serdang yang memiliki hubungan langsung dengan Taman Nasional Gunung Leuser. Terdapat dua dusun yang langsung berbatasan dengan kawasan yakni Dusun Sumbeikan 2 yang berjarak 10 meter ke kawasan dan Dusun Tanduk Benua berjarak 1 – 2 Km ke kawasan TNGL. Selain itu pada tahun 2022 ini juga akan dibuka jalan tembus Deli Serdang  – Karo Via Kutalimbaru yang membelah hutan Taman Hutan Raya Bukit Barisan. Jalan tersebut tentunya berada tidak jauh dari kawasan TNGL. Hal tersebut juga menjadi perhatian serius untuk keberlangsungan hidup satwa liar yang berada di zona penyangga kawasan.

[Teks&foto ©bbtngl, Salmen|26/08/2022]

Category
Tags

Comments are closed

Masukkan alamat email:



Artikel Terkini

Berita Terkini

Locations of Site Visitors
Archives
Categories